Halaman

Pusing pusing nyari duit di internet, akhirnya ketemu juga cara mudah tanpa keluar duit. Tanpa harus bayar keanggotaan, biaya kursus, atau beli e-book (takut scam, ah). Apalagi kalau bukan jualan di tokobagus. Sorry, ini bukan promosi tokobagus.com. Sekedar berbagi pengalaman cara nyari duit di internet - dengan sedikit modal, aman dan mudah.

Membuat kartu kredit

Buat apa kartu kradit? apalagi anda yang alergi, hanya mendengar saja sudah antipati.

Nyantai aja dulu. Bisnisnya lancar, bro? Orang mulai terkagum kagum, anda sudah mulai berpenghasilan dari bisnis online. Tetapi sebenarnya bisnis anda tidak murni online. Buktinya anda harus tetap keluar rumah untuk memaketkan barang ke agen JNE terdekat, bukan?

 

Dasar manusia. Selalu saja ingin terus mencapai puncak, selalu saja tidak puas dengan keberhasilan yang telah dicapai. Anda mungkin samar samar mulai mendengar bisnis internet marketing yang menghasilkan ribuan dollar, tanpa harus meninggalkan rumah. Uh, keren banget. Mungkinkah itu anda raih juga. Menurut para GURU internet marketing yang reputable, semuanya mungkin untuk diraih. Nah anda mulai tertarik ?

Tapi sebelum anda mulai kasak kusuk mencari informasi, maka perlu diketahui kita harus mempunyai senjata tambahan untuk memasuki gerbang internet marketing ini. Itulah yang dinamakan Kartu Kredit. Nyari duit di internet,  transaksi di dunia maya, apalagi yang berhubungan dengan merchant asing mensyaratkan kartu kredit sebagai alat pembayaran transaksi. Tidak ada salahnya anda bikin kartu kredit. Bukan untuk keperluan konsumsif, tapi untuk keperluan transaksi di internet.


Langsung saja. Untuk membuat kartu kredit, maka :
  1. Anda datang ke bank bank penyedia kartu kradit. Minta lembar aplikasi kartu kredit mereka. Ada bank bank yang pelit mengeluarkan kartu kredit, ada ada bank yang malah agresif memasarkan kartu kredit. Untuk pertama saya sarankan anda menyasar kartu kradit bank Mandiri, Citibank, atau bank Mega. Kartu kredit BCA, misalnya, agak sulit 'ditembus'.
  2. Anda wajib, sekali lagi wajib, punya telepon rumah. Wajib punya telepon perusahaan atau kantor anda. Dan wajib *ada* telepon rumah kerabat terdekat yang bisa dihubungi. Ketiga jenis telepon tersebut wajib ada hukumnya dalam dunia kartu kredit. Telepon pertama dan kedua mungkin bisa saja dalam satu nomer, anda bisa bilang bahwa anda sedang menjalani bisnis berbasis rumah. Namun telepon jenis ketiga ( kerabat terdekat) tidak bisa nomer yang sama.
  3. Hal ketiga adalah isian di kolom penghasilan pada form aplikasi kartu kredit. Disarankan anda mengisi agak 'optimis', misalnya Rp.100 juta /bulan. Jangan ragu ragu, isi saja. Itu do'a anda, kan?
  4. Sambil menunggu bank melakukan konfirmasi lewat telepon, anda harus kompak dengan karyawan atau istri anda mengenai data data yang anda isi di apliksi kartu kredit. Kalau penghasilan Rp 100juta/bulan, istri anda harus diseting untuk menjawab dengan jumlah yang sama. Dan selama masa penantian konfirmasi itu, harus ada atau secara bergantian orang menjaga telepon. Emang ribet. Lebih bagus kalau anda menyapa tiap penelepon dengan ' selamat siang, ini dengan mini market asepmart, bisa kami bantu ? '. Mudah mudahan pihak bank terkesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar